Kutipan dari novel Botchan - part 2

1.      Kondisiku terjepit, tak bisa memikirkan jalan keluar, tapi aku tidak akan dikalahkan.
2.      Alasan kenapa aku tidak punya solusi adalah karena aku terlalu jujur.
3.      Kalau orang jujur tidak bisa menang di dunia ini, siapa lagi yang bisa?
4.      Aku bertekad kalau tidak menang malam ini, aku akan menang besok; dan kalau tidak menang besok, aku kan menang hari berikutnya; kalaupun tidak begitu, aku akan meminta makanan dikirim ke sini dan menunggu sampai akhirnya aku menang.
5.      Pergi mengadu dan menjemput Kepala Sekolah seperti lelaki tanpa harga diri hanya gara-gara masalah rendah. Karakter lemah beginilah yang mebuatnya hanya pantas jadi penjaga sekolah.
6.      Selama ada napas dalam tubuh, saya tidak akan cemas meski keributan seperti ini terjadi setiap malam.
7.      Seberapapun bengkaknya wajah saya, mulut masih bisa bicara, jadi tidak ada alasan untuk tidak mengajar.
8.      Seorang laki-laki seharusnya berbicara selayaknya laki-laki.
9.      Tak diragukan, sejenis orang yang biasa tertawa tidak tulus.
10.   Bila manusia yang sudah hidup nyaman harus membunuh makhluk hidup lain sebelum bisa tidur nyenyak, bagiku itu kelewat memanjakan diri.
11.   Aku sama sekali tidak tahu apa maksud mereka dengan “Turner”, tapi karena berpikir tanpa pengetahuan itu pun aku bisa bertahan hidup, aku tetap diam.
12.   Mengatakan hal-hal yang tidak dimengerti orang lain, terlebih lagi, menyatakan ketidakpedulian apakah orang lain dengar atau tidak karena mereka tidak mengerti,  sungguh sikap tidak tahu adat.
13.   Cara si Badut merepet membuatku semakin ingin membuatnya babak belur.
14.   Kiyo memang hanya wanita tua keriput, tapi aku tidak akan malu mengajaknya kemana-mana.
15.   Kalau ada yang ingin mereka katakan kepadaku, kenapa tidak keras-keras sekalian?
16.   Sungguh tidak dinyana dia akan menunjukkan kebaikan hati seperti itu, tapi aku lebih memilih gantung diri daripada harus berhutang budi padanya.
17.   Tapi kalau aku tidak bisa jujur, apa lagi yang bisa dilakukan?
18.   Selama saya jujur, saya tidak takut orang mengambil keuntungan dari diri saya.
19.   Selama saya tidak melakukan sesuatu yang salah, keadaan akan baik-baik saja, bukan?
20.   Aku hanya mengucapkan hal-hal yang selama ini kupegang teguh.
21.   Kalau dipikir-pikir, sebagian besar masyarakat malah mendorongmu bertindak jahat. Mereka seolah percaya tanpanya, kau tidak akan bisa sukses dalam kehidupan.
22.   Pada kesempatan-kesempatan yang langka, ketika mereka melihat seseorang yang berbicara terus terang dan jujur, mereka meremehkannya dan menyebutnya hijau, tidak lebih daripada anak-anak.
23.   Apa yang bisa kaulakukan di dunia di mana kepolosan dan kejujuran ditertawakan?
24.   Kiyo tidak akan pernah menertawakanku dalam situasi seperti ini. Dia akan mengagumiku karena telah berbicara sesuai prinsipku sendiri.
25.   Seorang lelaki seharusnya tidak berputar-putar.
26.   Orang lemah selalu baik hati, yang mungkin merupakan alasan kenapa dia bersikap selembut perempuan.
27.   Sungguh olok-olok kejam ketika orang-orang yang kaubenci adalah si baik, sedangkan teman-teman yang bergaul akrab denganmu malah ternyata si jahat.
28.   Kita bisa menyelesaikan masalah apa pun dengan mendiskusikannya terlebih dulu.
29.   Bila kau menerima sesuatu dari orang asing, itu berarti kau mengakui orang tersebut memiliki bobot dan karenanya merupakan perlambang niat baik terhadapnya.
30.   Perasaan berutang budi kepada si pemberi jauh lebih besar daripada seluruh uang yang ada di dunia.
31.   Ketika manusia bebas menutuskan untuk menghormatimu, hadiah yang kaumiliki lebih mahal nilainya daripada apa pun.
32.   Bila aku menyetujui sesuatu, aku bahkan tidak akan bermimpi bakal menjilat kembali ludahku.
33.   Jika beginilah cara para kepala sekolah bertindak, status itu tidak lebih dari sekadar cara lain memanggil seseorang yang labil.
34.   Menunjukkan kelunakan pada anak-anak yang telah bertindak sembrono, yang tanpa alasan, mempermalukan guru baru, menurut saya akan menggoyahkan otoritas sekolah dan mempengaruhi nama baiknya.
35.   Pendidikan juga berarti menanamkan semangat mulia, kejujuran, serta kebenaran, lalu menghapuskan kebiasaan licik, usil, serta tak bertanggungjawab.
36.   Hari ketika kita menunda karena mencemaskan reaksi atau takut akan terjadi keributan adalah hari ketika kita tidak mampu memperbaiki kebiasaan-kebiasaan itu.
37.   Kalau kalian yang salah, apakah kalian juga bakal bisa berdiri dan mengakuinya di depan orang banyak? Tentu saja tidak. Itulah sebabnya mengapa kalian tertawa.
38.   Bila terlanjur memanjakan diri di dalamnya, kebiasaan ini akhirnya bisa memberi pengaruh buruk pada karakter seseorang.
39.   Kenapa dunia ini penuh orang-orang tidak konsisten?
40.   Berbicara dengan wanita sepertinya hanya akan merusak harga diri orang Edo-ku.
41.   Seolah dunia hanya dipenuhi penipu, semua orang menunggu kesempatan untuk mengambil keuntungan dari yang lain.
42.   Bila tidak bisa mendapatkan makan tiga kali sehari tanpa merendahkan diri hingga setingkat kotoran yang merampas kamar milik para pencopet, aku akan benar-benar berpikir untuk bunuh diri.
43.   Meski begitu, bagiku gantung diri di saat tubuhku sehat merupakan penghinaan terhadap leluhur dan akan mencoreng nama baik.
44.   Seharusnya aku menggunakan enam ratus yen yang kudapat sebagai modal usaha dan memulai bisnis sebagai tukang susu atau sebagainya, daripada pergi ke sekolah Ilmu Alam dan mempelajari subjek tidak berguna seperti matematika.
45.   Belum pernah ada wanita baik-baik yang diberi julukan.
46.   Kita memang tidak bisa menilai seseorang hanya dari penampilan fisik, ya?
47.   Karena aku orang yang sederhana, aku tidak bisa menentukan akan berpihak ke mana bila tidak jelas mana yang hitam dan putih.
48.   Botchan selalu jujur dan berterus terang, tapi aku khawatir kesabaranmu yang pendek akan memberimu masalah.
49.   Kau harus berhenti memberi julukan kepada orang-orang di sekitar, nanti mereka akan membencimu karenanya.
50.   Semua orang merasa superior dengan caranya masing-masing.
Category: 0 comments

0 comments:

Posting Komentar